hurricane-facts – Topan Mangkhut menggila di Asia. Awal kali mendatangi Filipina serta Tiongkok pada Sabtu( 15/ 9) dini hari jam 1. 40. Membersihkan dengan daya angin menggapai 265 kilometer/ jam, Mangkhut menghasilkan kehancuran akut di beberapa titik, mengakibatkan banjir sampai tanah gugur. Ribuan orang terdesak mengungsi, sedangkan puluhan yang lain berpulang, cedera, ataupun belum ditemui. Sehabis membersihkan Filipina serta Tiongkok, Mangkhut beranjak ke Hong Kong serta Makau pada Minggu( 16/ 9) petang. Kecekatan angin kala itu terdaftar menggapai 175 kilometer/ jam, membuat air meningkat nyaris 3, 6 m. Di Makau, barisan kasino sampai gerai serta perkantoran ditutup. Daulat Hong Kong mengklaim angin ribut kali ini merupakan yang terkuat semenjak 1979. Asian, tidak terdapat korban jiwa bagus di Makau ataupun Hong Kong.

Perbedaan Yang Terlihat Dari Badai, Siklon, Tornado Serta Topan – Di bagian bumi lain, Kamis( 13/ 9), angin besar Florence memporak- porandakan negeri bagian Carolina Selatan serta Utara, Amerika. Banjir membanjiri beberapa besar area. Para gembala puntung, puluhan orang berpulang, serta jutaan orang terdesak mengungsi. Angin ribut serta angin besar yang menerpa area Asia serta Amerika Sindikat ini terjalin nyaris berbarengan. Keduanya pula bawa pola yang serupa semacam angin cepat, petir, hujan rimbun, serta bersama dapat mengakibatkan banjir. Tetapi, mengapa 2 peristiwa alam ini mempunyai julukan yang berlainan? Belum lagi, terdapat angin siklon ataupun siklon tropis yang sering terdengar berbarengan dengan sebutan angin besar( hurricane) serta angin ribut( typhoon).

Perbedaan Yang Terlihat Dari Badai, Siklon, Tornado Serta Topan

Perbedaan Yang Terlihat Dari Badai, Siklon, Tornado Serta Topan

Bagi National Oceanic and Atmospheric Administration( NOAA) AS, angin besar serta angin ribut merupakan kejadian kendala cuaca yang serupa. Sebaliknya siklon tropis ataupun angin besar tropis merupakan julukan yang sangat biasa buat merujuk ke insiden angin besar serta angin ribut. Siklon tropis tercipta di atas lautan besar yang biasanya memiliki temperatur dataran air laut hangat, lebih dari 26. 5°C. Angin cepat yang berkeliling di dekat pusatnya memiliki kecekatan lebih dari 63 kilometer/ jam. Radius pada umumnya siklon tropis menggapai 150 sampai 200 kilometer.

Kejadian siklon tropis dibedakan lagi bagi kecepatannya. Yang terlemah diucap tekanan mental tropis. Bila tekanan mental terus menjadi intensif semacam diisyarati kecekatan angin menggapai 39 mil per jam, siklon tropis berganti julukan jadi angin besar tropis. Bila kecekatan angin maksimal menggapai 74 mil per jam ataupun lebih, namanya jadi angin angin ribut, angin ribut ataupun angin ribut tropis. Apabila bertahan lumayan lama serta menerpa darat, suasana ini hendak bawa tenaga angin keras, aliran besar, hujan rimbun serta dapat menimbulkan banjir.

– Lokasi yang berbeda, berbeda ula namanya
Yang melainkan antara angin besar, angin ribut, serta siklon tidak lain merupakan aspek posisi. Bila terjalin di Atlantik Utara, Pasifik Utara tengah, serta Pasifik Utara timur, sebutan angin besar( hurricane) dipakai. Misalnya semacam yang menyerang AS sebagian hari kemudian. Bila terjalin di Pasifik, sebutannya jadi angin ribut( typhoon). Bila terjalin di Pasifik Selatan serta Samudra Hindia, sebutan siklon tropis dipakai dengan cara biasa, terbebas dari daya anginnya. Masa angin besar di Samudra Atlantik terjalin antara bertepatan pada 1 Juni hingga 30 November. Angin ribut di area Pasifik Barat Energi biasanya terjalin antara Mei hingga Oktober walaupun bisa pula berjalan sejauh tahun. Sebaliknya di area Pasifik Selatan, masa siklon menghampar antara November serta April. Suatu angin besar ataupun angin ribut umumnya mempunyai julukan julukan lagi. Misalnya angin ribut Mangkhut, angin ribut Hato, angin ribut Tembin, angin besar Florence, angin besar Katrina, angin besar Helena serta banyak lagi. Nama- nama itu memanglah telah direncanakan serta jadi kewajiban Tubuh Meteorologi Bumi( WMO) masing- masing tahunnya. Nama- nama dari angin besar yang menimbulkan kehancuran besar umumnya dipensiunkan nama lain tidak sempat dipergunakan lagi.

Berbeda dengan Tornado. Bagi Fazrul Rafsanjani Sadarang dkk( 2018) dari Sekolah Besar Meteorologi Ilmu cuaca serta Geofisika dalam” Edaran Puting Beliung di Pulau Jawa”( PDF), tornado ataupun di Indonesia puting beliung merujuk pada” botol hawa berkeliling amat kilat yang memegang hingga kepermukaan tanah. Tornado ialah kolom hawa lurus yang berkeliling dengan kilat, kecekatan anginnya bisa menggapai 250 mil( 400 km) per jam serta bisa menempuh jarak sepanjang 1, 5 mil( 1, 6 km) serta panjangnya 50 mil( 80 km).” Tornado tidak lagi serupa dengan angin besar ataupun siklon tropis. Bila angin besar dapat diprediksi serta tercipta dalam bentang durasi khusus di lautan serta bertahan lumayan lama, tornado sebaliknya. Beliau tidak dapat diprediksi, tercipta dengan cara otomatis di darat, bertempo pendek, serta diameternya jauh lebih kecil, cuma ratusan m dibandingkan siklon tropis yang ratusan km.

Baca Juga : Menutup Bandara, Stasiun, Serta Pelabuhan Untuk Menangkal Datangnya Topan In-Fa

“ Tornado betul- betul di luar batasan uraian kita mengenai bermacam perihal,” tutur Tony Del Genio, seseorang pakar hawa di NASA Goddard Institute for Ruang Studies di New York City dikutip dari African Reporter.” Ilmu yang mempelajarinya sedang dini,” imbuhnya. Kecocokan antara tornado serta angin besar merupakan putaran angin yang kokoh. Ini bisa diamati dari wujud tornado yang berbentuk corong angin dari awan yang menjuntai ke tanah serta bisa menimbulkan kehancuran di darat.

Kehancuran dampak tendangan tornado diukur dengan suatu rasio bernama Fujita Scale, dengan bentang F0 hingga F5. Tornado mengarah terjalin di dikala masa peralihan. Beliau timbul kala kala hawa panas serta lembab di dekat tanah berjumpa dengan massa hawa dingin di atasnya. Ditambah oleh kecekatan angin yang kokoh di ketinggian, muncullah putaran cepat. Apakah angin besar angin ribut dipengaruhi pergantian hawa? Sepanjang ini, akademikus sedang memperdebatkan apakah pemanasan garis besar dampak kelakuan orang bisa membuat angin angin ribut lebih kokoh ataupun lebih kerap terjalin. Dikutip dari National Geographic, dengan cara teoritis, temperatur suasana yang lebih hangat beranjak ke temperatur dataran laut yang lebih hangat serta pada gilirannya hendak mensupport angin angin ribut yang lebih kokoh. Memanglah terdapat kenaikan lama siklon tropis serta kecekatan angin sebesar 50 persen dalam 50 tahun terakhir. Tetapi, belum terdapat konsensus objektif mengenai hubungan kenaikan kecekatan angin dengan pergantian hawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *